Ketentuan Pelayanan

KONTRAK SSP

SYARAT DAN KETENTUAN

ARTIKEL 1: TUJUAN APLIKASI SSP

Aplikasi SSP (selanjutnya bernama SSP) memungkinkan bagi mereka yang menggunakannya (Selanjutnya Klien) membuka sebuah dompet untuk melakukan transaksi pembayaran semata-mata dengan tujuan :

– Membeli barang dan jasa di merchant atau penyedia layanan yang menggunakan sistem SSP.

– Tarik uang tunai di institusi yang berwenang untuk memberikan layanan pembayaran dan mengikuti sistem PHC.

– Pembayaran dengan metode transfer elektronik untuk pembelian barang dan jasa kepada merchant atau penyedia layanan yang menggunkan atau tidak menggunakan sistem SSP.

– Membeli atau menjual barang dan / atau layanan yang tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan hukum di sebuah negara di mana klien tinggal.

– Transfer dana ke rekening bank atau tempat penyimpanan uang, di dalam sebuah instansi yang berwenang untuk menerima dana tersebut.

ARTIKEL 2: HUBUNGAN SSP – KLIEN

Di sepakati bahwa istilah-istilah ini merupakan konvensi pembukaan tempat penyimpanan keuangan dan mengatur kerangka hubungan antara klien dan SSP.

Saat Klien membuka dompet atau tempat penyimpan uang, selanjutnya membuka sub modul akun di aplikasi SSP dan uang yang dia depositkan masih ada dan merupakan uangnya sendiri.

SSP dan klien setuju untuk berkomunikasi melalui email, melalui sebuah aplikasi atau melalui telphon dengan menggunakan rincian kontak yang telah di berikan oleh klien dalam proses pembukaan aplikasi.

Jika tidak tersediannya layanan SSP karena keadaan yang tidak seharusnya, artinya fakta yang benar-benar independen terhadap kehendak SSP, Nasabah dapat menghubungi SSP untuk menentukan cara yang paling tepat untuk menyampaikan perintah operasinya. Jika tidak, SSP tidak dapat bertanggung jawab atas eksekusi non-order.

ARTIKEL 3: INTERKONEKSI KEAMANAN

Sistem SSP benar-benar aman dan memungkinkan sistem operasi keuangan yang telah di jelaskan seperti di atas dapat di jalankan dengan aman, tanpa transmisi data pribadi.

Tidak ada sebuah kode akses yang di komunikasikan kepada pelanggan SSP.

Klien / Pengguna, saat aplikasi memintanya untuk membuat sebuh kode keamanan untuk pertama kalinnya dengan ketentuan 3 digit dan 3 huruf, ini adalah kode otentikasi yang terkait dengan perangkat tempat aplikasi di unduh.

Atas permintaan aplikasi tersebut, Klien harus memilih kode validasi sebanyak 3 huruf.

Kedua kode tersebut bersifat rahasia dan merupakan tanggung jawab klien untuk merahasiakannya dan tidak memberitahukan ke siapapun. Sebaiknya tidak di simpan di dalam perangkat aplikasi yang di unduh atau perangkat lain yang terhubung ke internet atau pada dokument yang mudah di akses. Ketika menyusun atau memasukkan kode tersebut klien harus melakukannya dengan aman dan bebas dari pengintai.

Jumlah kegagalan otentikasi dan validasi terbatas, maksimum hanya 3 kali.

Apabila kegagalan lebih dari 3 kali, maka akses pemilik atau pemegang dompet tempat penyimpanan uang tersebut akan di blokir secara otomatis oleh system.

ARTIKEL 4: FOKUS, BUKTI DAN KETETAPAN Di sepakati antara pihak SSP dan Klien yang dalam faktanya bahwa klien memiliki hak penuh atas kode rahasiannya (terdiri dari 3 nomor dan 3 huruf) pada sebuah perangkat mobile tempat aplikasi di unduh, yang layak di tanda tangani oleh klien secara elektronik, yang memungkinkannya sebagai sebuah bentuk identifikasi.

Telah di sepakati antara SSP dan Klien bahwa faktannya bagi klien untuk mengetikkan sejumlah angka dan kemudian memasukkan kode validasi sebanyak 3 huruf, saat aplikasi memintanya, itu merupakan sebuah persetujuan atas sebuah trangsaksi yang di lakukan dan bentuk atribusinnya kepada klien.

Sejak saat itu pesanan yang di berikan tidak dapat di batalkan.

ARTIKEL 5: MODUS OPERASI

Setelah deposit uang di lakukan (Jumlah saldo yang tersedia muncul pada perangkat mobile setelah otentikasi berhasil di lakukan), segera setelah pesanan di berikan dan langsung di lakukan.

Jumlah rinci transaksi (jumlah, biaya serta nilai tukar), segera muncul di perangkat mobile sesuai dengan saldo yang tersedia.

Dalam sekali sebulan pelanggan menerima email mengenai history transaksi pada bulan sebelumnya.

Pemegang deposit harus memverifikasi history transaksi pembayaran yang tercantum pada catatan transaksi.

SSP tidak perlu khawatir dengan adannya perselisihan perdagangan yang melonjak antar para pihak dalam bertransaksi. SSP hanya peduli dengan masalah yang berkaitan dengan pembayaran itu sendiri.

ARTIKEL 6: KEWAJIBAN SSP

Apabila pemilik deposit menolak untuk melakukan transaksi pembayaran atau penarikan, SSP harus memberikan bukti bahwa transaksi tersebut harus diautentikasi dan di catat secara akurat sesuai dengan keadaan pada saat tampil pada layar dan hal ini tidak terpengaruh dengan rincian teknis. Bukti ini dapat dilengkapi dengan segala cara, termasuk catatan perangkat elektronik atau reproduksi pada pembawa data yang menggunakan deposit serta alat pengaman pribadi.

SSP dapat menggunakan rekaman ini sebagai justifikasi untuk kelengkapan mereka pada saat melakukan deposit.

SSP hanya bertanggung jawab atas kerugian langsung yang terjadi oleh pemegang deposit karena kegagalan teknis sistem, yang dimana SSP memiliki kontrol langsung. Namun tanggung jawab SSP juga dibatasi maksimal 100 € dengan adanya kegagalan teknis tersebut. SSP tidak pernah di rancang untuk membayar lebih dari jumlah 100 € untuk menutupi kerugian dari klien.

Namun SSP tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat kegagalan teknis sistem, jika di laporkan oleh klien melalui pesan pada aplikasi atau cara lain yang terlihat.

ARTIKEL 7: DEPOSIT TERKUNCI

Setelah mengetahui kehilangan atau pencurian perangkat mobile-nya, penyalahgunaan atau penggunaan yang tidak sah atas aplikasi SSP atau data rahasia yang terkait dengan penggunaanya, klien harus memberitahukan operator SSP tanpa penundaan sehingga SSP dapat memblokir akun tersebut. Serta klien harus menyatakan alasan pemblokiran aplikasi tersebut.

Pemblokiran ini harus di request dengan cara mengunjungi situs SSP dan mengikuti interuksi yang telah di berikan di dalamnya.

Ini juga bisa di lakukan dengan cara mengirimkan email ke alamat SSP atau melalui SMS kepada HELP DESK terkait.

SSP tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas konsekuensi permintaan pemblokiran melalui telepon, yang tidak berasal dari klien.

ARTIKEL 8: KEWAJIBAN PELANGGAN

8.1. SECARA UMUM

Klien harus mengambil semua tindakan yang di perlukan agar tidak kehilanggan perangkat mobile-nya, mengamankan semua aplikasi yang ada di dalamnya dan kode rahasia yang terkandung. Aplikasi SSP harus digunakan oleh klien sesuai dengan maksud yang telah di tentukan dalam Pasal 1.

Klien mengasumsikan konsekuensi dari penggunaan aplikasi SSP yang tidak benar sampai dia meminta melakukan permintaan pemblokiran sesuai dengan pasal 7.

Transaksi yang tidak sah yang di lakukan sebelum permintaan pemblokiran di lakukan di tanggung oleh klien.

Transaksi tidak sah yang dilakukan setelah permintaan pemblokiran ditanggung oleh SSP, kecuali yang di lakukan oleh klien.

Semua transaksi yang tidak sah akan ditanggung oleh klien jika hal tersebut adalah akibat dari kelalaiannya yang tidak baik atau tidak menghormati kewajiban kontraktualnya atau jika dia bertindak dengan curang.

8.2. SSPsc

SSP memiliki alasan keamanan yang jelas, tentang batasan ketersedian dana di dalam deposit aplikasi. Ada batasan jumlah yang tersedia per hari, dari jumlah kemungkinan transaksi per hari dan jumlah maksimum dimana setiap transaksi dapat dipakai.

Klien dapat memodifikasi dengan bebas tapi atas tanggung jawabnya sendiri, mengenai batasan tersebut.

Namun pelanggan tetap berkewajiban, dengan segera setelah melakukan transaksi untuk menghapus data riwayat pesan di dalam ponselnya yang telah dia kirim ke SSP yang berisi kode aksesnya.

SSP sama sekali tidak bertanggung jawab atas kerugian yang akan dialami oleh klien jika dia tidak melakukan tindakan pencegahan dasar seperti yang dijelaskan dan yang merupakan kewajiban kontrak di pihak kepolisian atau dinas keamanan terkait.

SSP tidak akan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami oleh klien, sehingga akan mengakibatkan menanggung lebih banyak batasan yang ditetapkan secara default meskipun dalam suatu kasus klien telah menghapus kode aksesnya dari telepon genggamnya.

Batasan ini bergantung pada suatu negara dan antar negara yang telah dijelaskan dalam situs ini.

ARTIKEL 9: PEMBATASAN SALDO

Jumlah uang di dalam deposit aplikasi tidak akan pernah kurang dari € 5 atau setara dengan jumlah dalam bentuk mata uang di negara tempat pendaftarannya.

Untuk setiap operasi yang jumlahnya sama dengan atau lebih besar dari € 10,000, termasuk biaya yang disertakan, Klien harus membenarkan operasi tersebut dan dia harus memberikan bukti identitas sebenarnya dari pihak-pihak terkait seperti yang tercantum pada paspor mereka. Operasi ini tidak akan dilakukan sebelum SSP menerima penjelasan dan bukti tersebut.

ARTIKEL 10: KONTROVERSIES

Klien memiliki opsi untuk mengajukan klaim kepada Customer Service, jika memang memungkinkan dalam mengkomunikasikan nomor refrensi yang telah diberikan terkait dengan operasi yang menjadi kontroversi. Dia harus melakukannya sesegera mungkin dan dalam waktu maksimal 60 hari dari tanggal transaksi tersebut.

Hanya klaim terhadap tidak adanya atau salahnya eksekusi terhadap suatu perintah pembayaran yang dikeluarkan oleh Nasabah yang akan diterima. Klaim yang berkaitan dengan jumlah pembayaran yang dilakukan tidak akan diterima kecuali ada perbedaan antara jumlah yang ditunjukkan sebagai tanda “harus dibayar” dan yang dinyatakan sebagai “diterima”.

SSP memiliki jangka waktu selama delapan hari kerja sejak diterimanya permohonan untuk pengembalian dana baik untuk pembayaran atau untuk mengklarifikasi penolakan saat ada permintaan untuk melakukannya.

Jika terjadi kecurangan atau dugaan kecurangan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang dapat diidentifikasi atau tidak, Pengguna SSP dapat meminta tanda terima atau salinan pengajuan keluhan.

ARTIKEL 11: RAHASIA

SSP menjamin bahwa data yang diberikan oleh klien hanya akan digunakan untuk layananya serta tujuan-tujuannya. SSP juga menjamin bahwa data yang diterima oleh klien tidak akan pernah diungkapkan kepada siapapun, kecuali jika permintaan tersebut berasal dari otoritas peradilan yang kompeten.

ARTIKEL 12: KONDISI KEUANGAN

Begitu aplikasi SSP diunduh, biaya yang ditetapkan dalam “Ketentuan Tarif” di kurangkan pada saat akun ada deposit uang di dalam aplikasi.

Jika kontrak dihentikan dalam waktu 8 hari sejak diterima oleh klien, biaya ini akan dikembalikan kepadannya.

Semua kondisi keuangan lainnya juga tercantum dalam “Ketentuan Tarif”. Dan dapat diubah oleh pihak SSP langsung tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari klien. Namun sebelum melakukan perubahan tersebut, SSP harus memberitahukannya kepada Klien melalui pesan yang dikirim dalam aplikasi.

ARTIKEL 13: KETENTUAN PIDANA

Setiap pernyataan salah dapat dihukum berdasarkan hukum yang berlaku.

Setiap kesalahan atau penyalahgunaan deposit uang yang ada di dalam aplikasi dapat mengakibatkan penghentian kontrak dan penutupan secara langsung.

Semua biaya dan biaya yang dikeluarkan secara aktual dalam proses pemulihan akan diharuskan untuk ditanggung oleh klien.

ARTIKEL 14: PENUTUPAN AKUN DEPOSIT

14.1. PERMINTAAN KLIEN

Klien dapat menutup akun ataupun deposit uangnya tanpa pemberitahuan terlebih dahulu hanya melalui email atau melalui sebuah aplikasi.

Klien setuju untuk memyimpan dana yang cukup sampai hasil operasi sistem yang sedang berjalan selesai. Setelah proses selesai, sisa saldo akan dikembalikan.

Biaya bulanan yang dikenakan secara reguler untuk layanan pembayaran akan otomatis dibayarkan oleh klien dan tidak akan dikembalikan.

Saldo aset yang tersisa di dalam deposit aplikasi akan dibayarkan oleh SSP dengan cara transfer ke rekening bank yang telah di komunikasikan oleh klien atau nasabah saat membuka rekeningnya di SSP. Proses pembayaran ini akan dilakukan setidaknya 30 hari pada akhir bulan setelah konfirmasi penutupan di lakukan.

14.2. INISIATIF PADA SSP

SSP dapat menutup akun atau deposit aplikasi dengan mengirimkan pemberitahuan terlebih dahulu melalui email, agar sesuai dengan pemberitahuan sebelumnya yaitu selama 14 hari sebelum masa penutupan. Laporan keuangan dalam deposit aplikasi akan dikirimkan dan disatukan dengan notifikasi.

SSP tidak diharuskan untuk mematuhi periode pemberitahuan jika terjadi perilaku tercela yang disebabkan oleh klien (misalnya dalam kasus penipuan).

Akun deposit aplikasi akan ditutup tanpa pemberitahuan sebelumnya ketika akun tersebut sudah melewati batas toleransi, dalam artian tidak ada transaksi sama sekali dalam periode tertentu dengan berdasar dokumen rata-rata yang ada.

Biaya bulanan yang dikenakan secara reguler untuk layanan pembayaran akan dibayarkan oleh klien dan tidak akan dikembalikan.

Saldo aset yang tersisa di dalam deposit aplikasi akan dibayarkan oleh SSP dengan cara transfer ke rekening bank yang telah dikomunikasikan dengan nasabah saat membuka rekeningnya di SSP. Pembayaran ini akan dilakukan 30 hari di akhir bulan dimana akun akan ditutup. Ini akan dibayarkan atas rekomendasi notaris yang bertanggung jawab atas pembubaran harta milik orang yang telah meninggal, atau atas nama orang yang menggangap dirinya sebagai pewaris tunggal dan yang memberi bukti hukum tentang haknya.

ARTIKEL 15: MEMERANGI PENCUCIAN UANG DAN PEMBIAYAAN TERORIS.

Sesuai dengan undang-undang tentang pencegahan penggunaan sistem keuangan untuk pencucian uang dan pendanaan teroris, SSP diadakan dalam tugas perawatan sehubungan dengan seluruh pelanggannya.

SSP meminta data sebelum terhubung ke sistem, identitas dan alamat pelanggan baru dengan sebuah uji kelayakan yang disempurnakan oleh hubungan layanan keuangan yang jauh.

Selama hubungan bisnis, SSP dapat meminta klien untuk memperbaharui informasinnya, jika perlu dalam presentasi bukti dokumenter atau memberikan unsur identifikasi baru: ID yang valid atau bukti alamat baru jika terjadi perubahan alamat.

SSP memberikan kewaspadaan konstan terhadap operasional para pelanggannya. SSP mempraktekkan tinjauan operasi dengan hati-hati serta memastikan bahwa informasi tersebut konsisten dengan pengetahuan pelanggan dan kebiasaan mereka saat ini.

Untuk setiap transaksi yang nampaknya tidak biasa karena persyaratannya, jumlah atau karakternya yang tidak biasa sehubungan dengan transaksi yang diproses sebelumnya, SSP melakukan peninjauan khusus atas transaksi tersebut dengan mengumpulkan semua informasi yang relevan kepada klien sebelum menyelesaikan transaksi keuangan yang diminta.

Klien berjanji untuk memberikan bantuan dengan segera menanggapi permintaan yang diajukan kepadannya dalam konteks ini akan memberikan dokumen pendukung yang sesuai bila diminta oleh SSP.

Permintaan yang dibuat dalam konteks perang melawan pencucian uang secara ketat dilindungi oleh kerahasiaan professional dan tidak dikenai penggunaan lain tanpa sepengetahuan nasabah. Kerahasiaan ini hanya dapat diangkat atas permintaan nasabah itu sendiri, otoritas peradilan atau otoritas administratif yang kompeten berdasarkan undang-undang.

Selanjutnya, SSP berkewajiban untuk melaporkan ke departement administratif mengenai history dalam buku atau transaksi yang melibatkan jumlah yang dia ketahui oleh tersangka atau memiliki alasan yang masuk akal untuk menduga bahwa mereka mempunyai suatu pelanggaran yang dapat dihukum karena perampasan kebebasan selama lebih dari satu tahun atau berpartisipasi dalam pembiayaan teroris.

ARTIKEL 16: HUKUM YANG BERLAKU – YURISDIKSI

Hubungan pra-kontrak, ketentuan umum ini menjadi Interpretasi dan / atau pelaksanaannya tunduk pada hukum di Indonesia dan setiap perselisihan yang timbul akan menjadi yurisdiksi eksklusif pengadilan YOYAKARTA.

Apakah Anda mencari Inklusi Keuangan?